<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dawcello's Weblog</title>
	<atom:link href="http://dawcello.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dawcello.wordpress.com</link>
	<description>Wilujeng Sumping (blog urang sarerea)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Oct 2011 06:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dawcello.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dawcello's Weblog</title>
		<link>http://dawcello.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dawcello.wordpress.com/osd.xml" title="Dawcello&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dawcello.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Albert Einstein</title>
		<link>http://dawcello.wordpress.com/2008/09/21/albert-einstein/</link>
		<comments>http://dawcello.wordpress.com/2008/09/21/albert-einstein/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 10:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dawcello</dc:creator>
				<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dawcello.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Albert Einstein 1879 – 1955 Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendikiawan tak ada lagi tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori “relativitas”-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=60&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:x-large;"><strong>Albert Einstein</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>1879 – 1955</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendikiawan tak ada lagi tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori “relativitas”-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya disini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, “semuanya adalah relatif.” Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah  ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relative. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung  pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa di balik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang dapat diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolute. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa – sebutlah namanya X – meluncur  laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat  ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah jurusan yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat dibumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Nah, karena dua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bias tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruag angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik, bukannya 80.000 kilometer per detik.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok.pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka. Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi “teori relitivitas” bagaikan menjauhi hipotesa “menara gading,” seplah-olah teori itu tak punya arti penting sama sekali. Tak seorang pun – tentu saja – tidak membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan “teori relativitas” Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai <em>E = Mc</em><sup><em>2</em></sup><em>.</em> <em>E</em> menunjukan energi dan <em>M </em>menunjukan benda, sedangkan <em>c</em> merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena <em>c </em>adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya <em>c</em><sup><em>2</em></sup> (yang artinya <em>c x c</em> ) karuan saja tak termanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luarbiasa besarnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus <em>E = Mc</em><sup><em>2</em></sup>. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang bercekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat lekas-lekas membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan “proyek Manhattan” yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">“Teori relativitas khusus” mengundang beda pendapat yang hangat, tapi dalam satu segi semua sepakat: teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan oleh manusia. Tapi, tiap orang ternyata terkecoh karena “teori relativitas umum” Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akiabt dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Bagaimana biasa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa? Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis , melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya – dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total – telah berulang kali diyakini kebenarannya bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak di atas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendikiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepajang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh suatu teori, tapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Meskipun Einstein teramat terkenal dengan “teori relativitas”……</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Bersambung…..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Silahkan baca buku<span style="font-size:medium;"> </span><em><strong>“100 tokoh”</strong></em><strong> (Michael H. Hart)</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Diterjemahkan oleh: <strong>H. Mahbub Djunaedi</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Penerbit: <strong>PUSTAKA JAYA</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dawcello.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dawcello.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=60&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dawcello.wordpress.com/2008/09/21/albert-einstein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d3b1f4a7bda44cc85d6728e70cd993a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dawcello</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Rohani</title>
		<link>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/30/nasihat-rohani/</link>
		<comments>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/30/nasihat-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 03:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dawcello</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religious]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dawcello.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;seorang guru berkata pada muridnya: &#8220;wahai anak ketika kelak engkau berpisah dari ku ku maka hendaklah engkau mencari &#8220;orang bijak&#8221; sehingga engkau dapat menimba ilmu  darinya dan tidak akan tersesat selama-lamanya.&#8221; si murid bertanya: &#8220;wahai guru siapakah &#8220;orang bijak&#8221; tersebut dan dimana tinggalnya?&#8221; Si guru tersenyum seraya berkata:&#8221;wahai anak ku, engkau tidak akan pernah menemukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=22&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;seorang guru berkata pada muridnya: &#8220;wahai anak ketika kelak engkau berpisah dari ku ku maka hendaklah engkau mencari &#8220;orang bijak&#8221; sehingga engkau dapat menimba ilmu  darinya dan tidak akan tersesat selama-lamanya.&#8221;</p>
<p>si murid bertanya: &#8220;wahai guru siapakah &#8220;orang bijak&#8221; tersebut dan dimana tinggalnya?&#8221;</p>
<p>Si guru tersenyum seraya berkata:&#8221;wahai anak ku, engkau tidak akan pernah menemukannya dimanapun kecuali engkau tahu ciri-cirinya.&#8221;</p>
<p>Si murid penasaran dan bertanya:&#8221;apa ciri-cirinya wahai guru?&#8221;</p>
<p>si guru diam sejenak sambi menghela nafas dan mulai berkata: &#8220;orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu namun tidak mau  diberi tahu dan tak mau tahu bahwa dirinya tidak tahu, itu <strong>orang bodoh</strong> jauhilah diaI.&#8221;</p>
<p>&#8220;orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu namun ingin diberitahu, itu <strong>anak kecil</strong>, kasih tahu dia!.&#8221;</p>
<p>&#8220;orang yang  sudah tahu namun tidak tahu bahwa dirinya sudah tahu, itu <strong>orang tidur</strong>, bangunkan dia!&#8221;</p>
<p>&#8220;orang yang tahu bahwa dirinya sudah tahu, itu <strong>Orang bijak, </strong>ikuti dia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dawcello.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dawcello.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dawcello.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dawcello.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=22&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/30/nasihat-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d3b1f4a7bda44cc85d6728e70cd993a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dawcello</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>syair ku memang begini</title>
		<link>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/29/syair-ku-tetaplah-syair/</link>
		<comments>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/29/syair-ku-tetaplah-syair/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 12:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dawcello</dc:creator>
				<category><![CDATA[literature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dawcello.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[benarkah&#8230;dia? atau salahkah dia? hanya dua pertanyaan itu? ya hanya dua pertanyaan itu yang menentukan sifat manusia yang ku tahu selama ini kawan orang mencaci &#8220;dia salah!&#8221; orang memuji &#8220;dia benar&#8221; orang menggumam &#8220;dia benar atau salah ya?&#8221; aku jawab &#8220;dia benar namun salah&#8221; aku jawab &#8220;dia salah namun benar&#8221; aku jawab &#8220;benar dan salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=15&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/foto15-copy-modified2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-34" title="foto15-copy-modified2" src="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/foto15-copy-modified2.jpg?w=243&#038;h=182" alt="" width="243" height="182" /></a>benarkah&#8230;dia? atau salahkah dia?</p>
<p>hanya dua pertanyaan itu?</p>
<p>ya hanya dua pertanyaan itu yang menentukan sifat manusia yang ku tahu selama ini kawan</p>
<p>orang mencaci &#8220;dia salah!&#8221;</p>
<p>orang memuji &#8220;dia benar&#8221;</p>
<p>orang menggumam &#8220;dia benar atau salah ya?&#8221;</p>
<p>aku jawab &#8220;dia benar namun salah&#8221;</p>
<p>aku jawab &#8220;dia salah namun benar&#8221;</p>
<p>aku jawab &#8220;benar dan salah ada pada dia&#8221;</p>
<p>aku jawab &#8220;benar atau salah dia yang memilih&#8221;</p>
<p>aku bertanya &#8220;adilkah aku mempersalahkan dia?&#8221;</p>
<p>aku bertanya &#8220;adilkah aku membenarkan dia?&#8221;</p>
<p>namun siapa yang sebenarnya Maha tahu dia benar atau salah?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dawcello.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dawcello.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dawcello.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dawcello.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=15&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/29/syair-ku-tetaplah-syair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d3b1f4a7bda44cc85d6728e70cd993a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dawcello</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/foto15-copy-modified2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto15-copy-modified2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL GNOSIS</title>
		<link>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/07/mengenal-gnosis/</link>
		<comments>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/07/mengenal-gnosis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dawcello</dc:creator>
				<category><![CDATA[literature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dawcello.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[MENGENAL GNOSIS   Dalam tulisan Dr. Daud Yusup pada sebuah seminar diungkap bagaimana Plato pernah mengungkap suatu paradoksal tentang proses perubahan pemahaman sebagai pengetahuan pada individu. Tingkat pertama sebagai tingkat terendah. Di sini digambarkan beberapa orang berada di dalam gua dengan tangan dan kaki serta kepalanya terikat sehingga tidak dapat digerakan. Mereka hanya mampu menatap/melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=6&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/dawcellodark-copy-modified2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-43" title="dawcellodark-copy-modified2" src="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/dawcellodark-copy-modified2.jpg?w=100&#038;h=115" alt="" width="100" height="115" /></a><span id="more-6"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:x-large;"><strong>MENGENAL GNOSIS</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:.25in;line-height:150%;">Dalam tulisan Dr. Daud Yusup pada sebuah seminar diungkap bagaimana Plato pernah mengungkap suatu paradoksal tentang proses perubahan pemahaman sebagai pengetahuan pada individu.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Tingkat pertama sebagai tingkat terendah.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:.5in;line-height:150%;">Di sini digambarkan beberapa orang berada di dalam gua dengan tangan dan kaki serta kepalanya terikat sehingga tidak dapat digerakan. Mereka hanya mampu menatap/melihat terus-menerus pada dinding-dinding gua. Posisi duduk mereka membelakangi api unggun, sedangkan d ibelakang mereka ada seseorang yang menggerakan benda di belakang mereka. Seperti halnya cara menggerakan lakon wayang kulit. Sebagai akibatnya, kawanan yang terikat tadi hanya dapat melihat suatu bayangan dari benda-benda yang terpantul pada dinding gua yang mereka lihat. Mengingat sejak awal mereka dibelenggu seperti itu, maka mereka menganggap bayangan itu sebagai suatu kebenaran.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Tahap kedua, perkembangan penghancuran ilusi awal. Salah satu dari kawanan yang terbelenggu tadi di bebaskan dari belenggu dan diminta memutar pandangannya ke belakang kea rah api unggun, untuk mengetahui kebenaran benda-benda yang mereka lihat. Tetapi intensitas cahaya menyebabkan kesilauan, dan perubahan yang begitu cepat dan tiba-tiba dari apa yang dilihatnya menghambat kelancaran pengenalan/ pemahaman terhadap benda tersebut.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Tahap ketiga, kawan yang telah melihat kebenaran api tersebut dikeluarkan dari gua agar dia bisa mengenal bukti dari realitas-realitas derajat kebenaran yang lebih tinggi, realitas tentang wujud dan cara pembuatan dari benda-benda yang ada dalam gua tersebut.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Tahap keempat, jenjang pengetahuan yang lebih tinggi. Seorang kawan yang telah melihat realitas dan telah terbiasa dengan kondisi barunya, diminta untuk merenungkan tentang sinar matahari, dan setelah itu diminta masuk kembali ke dalam gua. Kini sebaliknya, pandangannya menjadi kabur karena telah tidak terbiasa dengan dalam kegelapan lagi. Maka, kelambanan dan kelainan tingkah laku seorang menjadi bahan ejekan bagi rekan-rekannya yang masih terbelenggu. Bahkan tingkah laku yang demikian, lama kelamaan dianggap menggangu sehingga tingkah laku tersebut dapat dijadikan dasar alas an penyiksaan atau bentuk lainnya.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:.25in;line-height:150%;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:.25in;text-indent:.25in;line-height:150%;">Tentunya dari keempat tahapan tersebut dapat kita pahami, bagaimana ilmuwan-ilmuwan zaman dahulu berjuang meyakinkan teman-temannya. Seperti halnya untuk menyatakan bahwa bumi ini bulat pun perlu sampai bertaruh nyawa dalam proses meyakinkannya.</p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:0;margin-left:.25in;text-indent:.25in;line-height:150%;">Dari keempat tahapan tersebut dapat diketahui cara melihat suatu pengetahuan yang kasatmata <strong>(</strong><em><strong>visible world</strong></em><strong>), </strong>terdiri dari yang tampak <strong>(</strong><em><strong>phainonmenon</strong></em><strong>), </strong>citra, tampak (<em>eikones</em>) atau (<em>eidola</em>). Di sisi lain adanya alam pemikiran (<em>intelligible world</em>) dimulai dari penalaran, dan hipotesis-hipotesis, dan untuk akal budi berlandaskan <em>arkhe</em> (yang agung) sebagai gagasan yang baik.</p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:0;margin-left:.25in;text-indent:.25in;line-height:150%;">Dibahas pula dalam tulisan Dr. Daud Yusuf bahwa ilmu pengetahuan ilmiah belum bisa mencapai keseluruhan jawaban. Maka, terhadap segala sesuatu tersebut yang belum bisa ditemukan oleh ilmu pengetahuan sebagai gejala objektif dari alam- diperlukan kajian yang lebih luas dan mendalam. Ilmu pengetahuan memang telah memberikan alat pada kita untuk survival, tetapi ilmu pengetahuan ilmiah tidaklah dapat dijadikan bekal untuk melalui krisis-krisis kehidupan. Terlebih bila berhubungan dengan masalah etika, musibah, penderitaan, dan kegagalan, sampai kita merasa rapuh tak berdaya yang didambakan oleh nalar kita. Makna dari apa saja, pelajaran yang diambil, dan pentingnya arti yang dikandung bagi kehidupan.</p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:0;margin-left:.25in;text-indent:.25in;line-height:150%;">Untuk pengetahuan tersebut, oleh Dr. Daud Yusuf dikatakan sebagai “Gnosis”, yakni <em><strong>sebagai pengetahuan yang mengembang (augmentative knowledge)</strong></em><strong> </strong>yang jelas berbeda dengan pengetahuan yang menciut <em><strong>(reductive knowledge)</strong></em>, yang merupakan cirri dan pengetahuan ilmiah. Gnosis merupakan hasil keterbukaan pikiran yang membiarkan objek studi berkembang seluas yang disanggupinya tanpa berusaha memberikan kungkungan dan batasan. Gnosis mengundang setiap objek untuk mekar dengan implikasi pribadi, menjadi istimewa dan mengagumkan. Suatu detik “kebenaran” itu sendiri. Paul Tillech menyebutkan gnosis adalah suatu pengetahuan hasil pembebasan dari pembebasan, suatu pengetahua eksistensial yang berbeda dari pengetahuan ilmiah. Untuk hal ini bukan karena aspek kuantitatif dari objek yang belum diteliti, <em><strong>tetapi kualitas hakiki masih berada di luar jangkauan kita.</strong></em></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:medium;"><strong>Dikutip dari:</strong></span></p>
<p style="margin-top:.17in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><strong>buku berjudul </strong><em><strong>“Kontroversi Konsep Ratu Adil dan Satrio Piningit”</strong></em><strong>; judul kecil </strong><em><strong>“SAYA PERCAYA SAYA DAPAT”</strong></em><strong>, (Penulis; Dwi Putranto), (Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia) Jakarta 2002</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dawcello.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dawcello.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dawcello.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dawcello.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dawcello.wordpress.com&amp;blog=4204896&amp;post=6&amp;subd=dawcello&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dawcello.wordpress.com/2008/08/07/mengenal-gnosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0d3b1f4a7bda44cc85d6728e70cd993a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dawcello</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dawcello.files.wordpress.com/2008/09/dawcellodark-copy-modified2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dawcellodark-copy-modified2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
